Angin teluk menyisir pantai
Hanyut rumpai di bawah titi
Biarlah buruk kain dipakai
Asal pandai mengambil hati

Air melurut ke tepian mandi
Kembang berseri bunga senduduk
Elok diturut resmi padi
Semakin berisi semakin tunduk
MANUSIA DAN KESEJAHTERAAN
Kelelahan kita semakin parah tenatnya
berserta kekejaman mengatasi kedamaian
titik pertemuan menjadi tentangan
tak siapa mahu beralah.
Saat ini siapa lagi sanggup bersemboyan
janjikan harapan semanis janji orang bercinta
setiap pembicaraan tanpa persatuan
kejujuran mati di hati.
Hari ini tak payah parau bertanya
ketuaan dunia akan tenggelam juga
dalam kebodohan manusia yang kian bermuka dua.
Demi kelak dewasanya anakku
kau bikinlah perhitungan sendiri
untuk menjengah neraka kecintaan manusia
mencucuri bahan api neraka.
Tambah mengimbau sorotan kitab MUHAMMAD!
tambah mengimbau sorotan kitab ESA!
hanya kesejahteraan membunga api.
SALMI MANJA
1 Januari 1961
Antologi Anak Laut
Dewan Bahasa dan Pustaka
No comments:
Post a Comment